Produk Variasi Harus Catumkan Aturan Pakai

sumber : http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/1579

Butuh Aturan Pakai!

3615aturan-pakai--dok-1.jpg

Tidak sedikit dari produk variasi di pasaran yang tak cantumkan keterangan penggunaan. Baik itu di dalam atau sisi luar kemasan. Padahal tidak sedikit dari part itu yang dibuat berdasar riset yang dilakukan. Baik itu buat balap atau sekadar part pengganti. Sehingga, konsumen jadi bisa langsung menerapkan tanpa perlu susah-payah cari tahu komponen apa saja yang butuh penyesuaian.

Misalnya saja, untuk knalpot! Untuk memakai part merek tertentu, taunya butuh penyesuaian pada karbu. Yap! main-jet atau pilot-jet naik satu tingkat ketika pakai saluran buang itu.

Sementara, konsumen tak melakukan hal itu. Hasilnya pun, jadi kurang maksimal. Ya, yang harusnya power naik 0,5 daya kuda (dk), tapi akibat tak adanya penyesuaian malah cuma naik 0,25 dk.

“Sebelumnya hal itu ingin kita lakukan. Tapi banyak pertimbangannya juga. Sebab terkadang oleh mekanik, spek yang ada pun diubah lagi sesuai seting mereka sendiri,” ujar Dodo Zulianto, pemilik brand part CLD di Indonesia.

Selain itu menurut Dodo, kebanyakan part dari luar seperti Thailand pun tidak dilengkapi keterangan penggunaan produk. Itu juga yang jadi pertimbangan lain. Apalagi jika produk itu berhubungan dengan engine. “Paling jika ada kesulitan mereka telepon ke saya atau sekadar kasih masukan,” ungkapnya.

Kondisi seperti ini, juga diungkapkan Jessy Liga Siswanto pemilik brand Kawahara. “Ke depan mungkin kami akan melakukan hal itu. Sebab tidak sedikit juga telepon yang masuk dari konsumen yang bukan mekanik untuk sekadar menanyakan cara pemasangan,” ungkap pria akrab disapa Cokky.

Selain itu menurut Cokky, sebenarnya ada manfaat yang bisa dipetik dengan adanya keterangan itu. “Hal ini bisa menjadikan brand atau merek tersebut menjadi brand yang lebih profesional lagi. Tentu dengan menjawab keinginan konsumen,” timpalnya.

Begitunya ada juga produk yang sudah aplikasi keterangan pada produknya. Misalnya, CDI BRT atau HRP untuk produk noken-as. Pastinya mereka punya alasan tertentu untuk melakukan itu.

“Kami melakukan itu demi edukasi ke konsumen. Bahwa, produk ini dibuat berdasar riset. Jadi value yang dibayar adalah benar. Selain itu, tidak semua mekanik paham akan penggunaan produk,” ujar Tomy Huang selaku produsen CDI BRT.

Selain itu juga, menurut pria ramah berkacamata ini, tak ada salahnya juga mencantumkan nomor telepon atau hotline untuk layanan konsultasi. “Dengan adanya hotline ini, diharapkan konsumen bisa bertanya jika kurang jelas atau kalau ingin mengkritik. Kami terima semua itu demi membuat produk jadi makin bermutu,” ujar Tomy lagi.

Yang lain?

BARU VARIASI SAJA3616aturan-pakai--dyon-gt.jpg

Satu pertanyaan muncul di kepala. Jika ada produk variasi yang mencantumkan keterangan produk, tapi kenapa part genuine alias part orisinal pabrikan tidak ya? Padahal mereka jelas lebih dituntut untuk mengedukasi konsumennya lho.

“Untuk part genuine, kami lebih sarankan melakukan peggantian dengan bantuan dari orang yang ahli. Misalnya, seperti mekanik. Sebab mereka sudah dapatkan pendidikan untuk hal itu,” ujar Dyonisius Beti, Vice President Director PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Tapi menurutnya, jika konsumen mau pun, hal itu bisa saja ditempuh lewat permintaan buku servis manual yang bisa diakses dari bengkel resmi. Atau, lewat website Yamaha. Iya, konsumen bisa mendapatkan edukasi lebih dari buku manual itu.

Baik Yamaha ataupun Honda, saat ini baru melakukan hal itu pada barang yang bersifat variasi. “Untuk variasi, seperti contohnya di Honda BeAT kita sudah cantumkan keterangan cara pemasangan,” yakin Herry Djunaidi, GM Part Division PT Astra Honda Motor (AHM).

Sedang untuk produk part genuine alias spare-parts pengganti, menurut pria berambut lurus ini, informasi soal cara pemasangan akan dipertimbangkan. Sebab sama juga suaranya dengan Yamaha, untuk part pengganti, lebih disarankan mengganti dengan bantuan mekanik.

“Ini suatu masukan yang bagus. Tapi tentunya butuh pemilihan part, kiranya mana saja part yang mungkin dilakukan untuk hal tersebut,” bilang Herry lagi.

Oke pak.

RACING ATAU HIGH PERFORMANCE

Pengertian antara part racing dengan high performance, keduanya belum tentu punya makna yang sama. “Memang. Banyak anggapan yang salah yang selama ini terjadi. Padahal seharusnya barang racing sudah pasti high performance. Tapi, belum tentu barang high performance itu racing,” ungkap Tomy Huang.

Bisa disebabkan dari peruntukan, yang akhirnya ubah gaya berkendara. Misalnya kampas rem atau ban yang bertuliskan racing use only. Part itu dipakai khusus balap. Jika dipakai harian, kampas yang sangat pakem bisa saja membuat ciloko.

Penulis/Foto : Eka/Dok. MOTOR Plus, GT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: